Kendari, Sultraklik.id - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo (HMJ BK UHO) resmi membuka kegiatan MIMBAR (Musim Ilmiah Mahasiswa BK antar Remaja) Season 4, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Bimbingan dan Konseling melalui Karya dan Ilmu untuk Menuju Generasi Emas” tersebut menjadi wadah pengembangan potensi, kreativitas, serta kemampuan akademik mahasiswa dan kalangan remaja.

Pembukaan MIMBAR Season 4 berlangsung dengan sejumlah rangkaian kegiatan, diawali seremoni pembukaan dan penampilan seni budaya daerah, yakni Tari Lariangi dan Silat Ewa Muna.

Kedua penampilan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara sekaligus upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya daerah kepada generasi muda.

Ketua Panitia MIMBAR 2026, Muhammad Nur Syafaat, dalam laporannya menyampaikan sejumlah persiapan pelaksanaan kegiatan. Ia juga berharap seluruh rangkaian MIMBAR Season 4 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi peserta.

Sementara itu, Ketua HMJ BK UHO, Rivaldi Nadjamuddin, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. MIMBAR diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa dan remaja untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan akademik melalui berbagai karya dan aktivitas ilmiah.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan perwakilan Ikatan Alumni (IKA) BK UHO. Kehadiran alumni diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan alumni, khususnya dalam mendukung pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling.

Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Satuan Tugas Universitas Halu Oleo, Sumarlin, S.Pd., M.Pd., serta Sekretaris Jurusan Bimbingan dan Konseling UHO, Albert Tigor Arifyanto, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Ketua Jurusan.

Acara pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan tamu undangan, perwakilan jurusan, alumni, panitia, dan peserta yang hadir.

Melalui MIMBAR Season 4, HMJ BK UHO berupaya menghadirkan ruang pengembangan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berwawasan, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat kontribusi bidang Bimbingan dan Konseling dalam mendukung pembentukan generasi emas melalui pengembangan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan karya nyata. (*)

Laporan: Redaksi Sultra klik