Saat ini, UHO berada di peringkat 34 nasional dan 1501+ internasional berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE), Webometrics, dan UI GreenMetric. Untuk meningkatkan capaian tersebut, UHO berupaya memperkuat visibilitas digital melalui optimalisasi website dan media sosial.

Ketua Panitia, Rizal Adi Saputra, S.T., M.Kom., mengatakan tantangan terbesar UHO bukan terletak pada minimnya prestasi, melainkan pada keterlihatan capaian akademik dan kontribusi perguruan tinggi tersebut di dunia digital.

“Riset dan pengabdian kita melimpah, tetapi belum terkapitalisasi di web dan media sosial. Akibatnya, trafik, backlink, dan engagement belum mencerminkan potensi besar UHO,” ujarnya.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), yakni Neni Herlina selaku Ketua Humas Ditjen Dikti dan Ayman Musyaffa dari Tim Media Sosial Ditjen Dikti.

Materi yang dibahas meliputi standardisasi komunikasi publik, strategi mengonversi aktivitas media sosial menjadi trafik website, penerapan Search Engine Optimization (SEO) On-Page, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang terintegrasi antara bidang humas, media sosial, dan pengelolaan website.

Kegiatan ini juga melibatkan Tim ADPPT dan UPA TIK UHO sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pengelolaan informasi dan publikasi digital di lingkungan kampus.

Rizal berharap workshop tersebut menjadi momentum bagi UHO untuk melakukan lompatan besar dalam meningkatkan daya saing dan reputasi internasional melalui penguatan strategi komunikasi digital.

“Ini adalah titik balik. Kita ingin quantum leap. Bukan hanya terlihat, tetapi diakui dunia,” tutupnya.

(Ers)