Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO. Pelatihan menghadirkan Dr. Siti Maimunah, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, sebagai narasumber.

Kepala Kebun Raya UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis kepada peserta dalam melakukan pengukuran dan analisis data lingkungan.

Menurutnya, kegiatan diawali dengan penyampaian materi di ruang seminar FHIL UHO. Selanjutnya, peserta diarahkan ke kawasan Kebun Raya UHO untuk mempraktikkan pembuatan plot pengamatan serta melakukan pengambilan data lapangan.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta dapat mempelajari secara langsung tahapan pengumpulan data yang dibutuhkan untuk menghitung potensi karbon dan menganalisis keanekaragaman hayati, khususnya jenis-jenis tumbuhan.

“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa dan dosen terkait teknik pengambilan data untuk kebutuhan analisis karbon dan biodiversitas serta cara analisisnya pada format analisis baku,” jelas Prof. Danu.

Ia menambahkan, penguasaan teknik pengambilan dan pengolahan data menjadi bekal penting bagi mahasiswa maupun dosen untuk mendukung kegiatan penelitian, pembelajaran, serta pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan lingkungan.

Prof. Danu yang juga Guru Besar FHIL UHO menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan menghasilkan data yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi karbon sekaligus indeks keanekaragaman jenis tumbuhan di kawasan Kebun Raya UHO.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena dengan kegiatan ini, data potensi karbon dan indeks keanekaragaman jenis tumbuhan di Kebun Raya UHO dapat tersedia,” ungkapnya.

Ketersediaan data tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam pengembangan basis data ilmiah Kebun Raya UHO. Selain itu, data tersebut dapat mendukung penelitian, pemantauan keanekaragaman hayati, serta pengelolaan kawasan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

(Ers)